Nabi Muhammad Makhluk Teragung


Husain bin Abdullah berkata: “Aku bertanya kepada Imam Ja’far Shadiq as, apakah Rasulullah penghulu Bani Adam?”

Beliau menjawab, “Demi Allah! Beliau adalah penghulu seluruh makhluk. Allah tidak menciptakan satu makhluk pun yang lebih mulia dari Muhammad Saw.” (Ushul Kafi)

Imam Shadiq as dalam hadis lain berkata:

“Saat Rasulullah dibawa Mi’raj, Jibril menyertai beliau hingga pada satu tempat yang setelah itu tidak lagi dapat menyertai beliau. Nabi Saw bertanya, “Wahai Jibril! Apakah engkau akan meninggalkanku sendirian dalam perjalanan ini?!”

Jibril menjawab, “Pergilah! Demi Allah, engkau berpijak di satu titik yang belum pernah dan tidak akan pernah dipijak oleh seorang manusia pun.” (Ushul Kafi)

Muammar bin Rasyid berkata, “Aku mendengar Imam Shadiq berkata, “Seorang Yahudi datang kepada Rasul dan melihatnya dengan teliti.

Nabi Saw berkata, “Wahai orang Yahudi! Apakah engkau memiliki keperluan?”

Ia menjawab sambil bertanya, “Apakah engkau lebih mulia atau Musa bin Imran yang diajak bicara oleh Allah, dianugerahi Taurat dan Injil, dengan tongkatnya laut dibelah, dan senantiasa dinaungi awan?”

Nabi Saw menjawab, “Tidak layak seorang hamba memuji diri sendiri, namun untuk memberikan jawaban dari pertanyaanmu aku katakan bahwa Nabi Adam ketika ingin bertaubat atas kesalahannya berkata, Ya Allah! Demi Muhammad dan keluarga Muhammad, aku memohon ampunan kepada-Mu.”


“اللهم انی اسالك بحق محمد و آل محمد لما غفرت لی”


Allah SWT pun menerima taubatnya.

Nabi Nuh as saat merasa khawatir tenggelam di laut, berkata, “Ya Allah! Demi Muhammad dan keluarga Muhammad, aku memohon keselamatan dari-Mu supaya tidak tenggelam di laut.”

“اللهم انی اسالك بحق محمد و آل محمد لماانجيتنی من الغرق”

Allah swt pun menyelamatkannya.

Nabi Ibrahim saat berada dalam lautan api, berkata, “Ya Allah! Demi Muhammad dan keluarga Muhammad, aku memohon kepada-Mu keselamatan dari kobaran api.”

Allah swt pun menjadikan kobaran api menjadi dingin dan penuh keselamatan.

Nabi Musa saat melemparkan tongkatnya ke tanah dan merasakan ketakutan dalam dirinya, berkata, “Ya Allah! Demi Muhammad dan keluarga Muhammad, aku memohon keselamatan dari-Mu.”
“لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى”

Allah swt berfirman kepadanya, “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).”

Wahai Yahudi! Sekiranya Musa hari ini ada, hidup semasa denganku dan tidak beriman kepadaku dan kenabianku, niscaya keimanan dan kenabiannya tidak akan berguna sedikit pun baginya.

Wahai Yahudi! Seorang dari keturunanku bernama Mahdi akan muncul (di akhir zaman). Saat ia muncul Nabi Isa akan turun untuk membantunya dan shalat di belakangnya.” (Bihar Al-Anwar, jilid 16, halaman 366, menukil dari Jami’ Al-Akhbar, halaman 98)