Riya' merupakan salah satu akhlak yang buruk dan merupakan tempat kematian yang sangat besar bagi seseorang.
Dalam begitu banyak kitab, ayat-ayat, sunnah dan riwayat terdapat begitu banyak celaan untuk sifat yang satu ini.
Dalam sebuah hadist Nabi Saw dikatakan bahwa sifat yang paling dekat dengan riya' adalah syirik .
Dalam riwayat lain beliau Saw bersabda bahwa pelaku riya' pada hari kiamat akan diseru dengan tiga panggilan:
“Wahai kafir, wahai fajir (yang bermoral bejat), wahai ghadir (pengkhianat), wahai khasir (yang merugi), amalanmu rusak dan pahalamu batal. Hari ini kamu tidak mempunyai ganjaran lagi di sisi Kami, karena itu ambillah pahalamu dari orang-orang dimana kamu melakukan amalan ibadah tersebut untuk dipuji oleh mereka, hai penipu.”
Dalam hadist lain disebutkan bahwa surga akan berbicara dan mengatakan bahwa "sesungguhnya aku diharamkan untuk orang-orang yang bakhil dan riya".
Hadist yang mencela perbuatan riya' ini begitu banyak, dan cukuplah dalam keburukannya bahwa dalam segala amalan yang dimasukinya berdasarkan fatwa para fuqaha, amal tersebut akan menjadi batal dan akan jatuh dari derajat keterkabulannya.
Sebagian dari ulama mengatakan, jangan sampai orang-orang yang jahil karena ketidakfahamannya menisbatkan kebohongan kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengambil kesimpulan bahwa riya' dalam duka cita terhadap Imam Husein as itu diperbolehkan dan bukan merupakan syarat bagi keikhlasan.
Secara dharuri, menangis untuk Imam Husein as adalah ibadah, dan riya dalam ibadah sebagaimana riba dan maksiat lainnya sama sekali tidak diperbolehkan.
Sungguh mengherankan, bagaimana bisa orang-orang yang berakal sehat itu memberikan asumsi bahwa wujud mulia Imam Husein as yang menanggung semua musibah demi menegakkan hukum-hukum dasar tauhid Allah SWT dan demi mengibarkan kalimat haq guna menguatkan pondasi agama penerang, lalu untuk mempertahankannya harus dengan melalui bid'ah-bid'ah para pengingkar, kemudian menjadikannya sebagai sebab untuk memperbolehkan kemaksiatan dan penjara yang lebih besar, yaitu riya dan syirik kecil?!
"Ini tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan"

0 Comments